Vertikultur berasal dari bahasa inggris, adalah vertical dan culture. Vertikultur yakni teknik bersawah diruang/lahan sempit dengan memanfaatkan bidang vertikal sebagai tempat bercocok tanam yang dilakukan secara berpangkat.

        Harapan vertikultur adalah bakal memanfaatkan lahan yang sempit secara optimal . Sistem tani secara vertikultur sejemang memang terbantah rumit, hanya sebenarnya lampau mudah dilakukan. Tingkat kesulitan bertanam secara vertikultur. tergantung kepada model dan sistem komplemen yang dipergunakan. Intern teoretis sederhana, struktur bawah yang digunakan mudah diikuti dan bahan pembuatannya mudah ditemukan, sehingga dapat diterapkan di rumah-rumah. Sistem tambahan nan memerlukan keterampilan dan warta idiosinkratis, contohnya penggunaan sistem hidroponik atau irigasi tetes (Temmy, 2003).

Kelebihan sistem pertanian vertikultur:
(1).
Kesangkilan dalam penggunaan lahan.
(2)
Penghematan pemakaian kawul dan pestisida.
(3)
Boleh dipindahkan dengan mudah karena tumbuhan diletakkan dalam wadah tertentu.
(4)
Mudah dalam peristiwa monitoring/pemeliharaan pohon. Sistem budidaya tanaman yang dilakukan secara vertikal atau bertingkat boleh dilakukan  di dalam ruangan maupun luar ruangan. Sistem budidaya tanaman secara vertikal maupun bertingkat ini merupakan konsep penanaman yang semupakat untuk daerah perkotaan dan lahan terbatas. Misalnya, persil 1 meter mungkin hanya dapat untuk menyelamatkan 5 batang tanaman, dengan sistem vertikal bisa untuk 20 batang pohon.

Pertanian vertikultur tak hanya sebagai sumur pangan tetapi juga menciptakan suasana  alami nan menyenangkan. Konseptual, bahan, ukuran, wadah vertikultur sangat banyak, tinggal disesuaikan dengan kondisi dan kerinduan. Pada umumnya adalah berbentuk persegi jenjang, segi tiga, atau dibentuk mirip anak asuh strata, dengan beberapa undak-undakan atau sejumlah rak. Bahan dapat berupa bambu atau pipa paralon, perunggu wadah, justru lempengan karung beras pun bisa, karena salah satu filosofi dari vertikultur ialah memanfaatkan benda-benda keluaran di sekitar kita. Persyaratan vertikultur ialah kuat dan mudah dipindah-pindahkan. Tumbuhan yang akan ditanam sebaiknya disesuaikan dengan kebutuhan dan memiliki biji ekonomis panjang, berumur pendek, dan berotot pendek.

Baca :   Gambar Taman Kupu Kupu

Kerangka-bentuk vertikultur

         Pertanian dengan teknologi vertikultur dapat  menerapkan beberapa model,  lewat disesuaikan dengan bahan yang tersedia, kondisi dan keinginan. Objek yang dapat digunakan seperti awi, pengudut paralon, pot, terpal, kaleng keluaran, bahkan lembaran pembungkus semen atau  karung beras pun boleh. Intinya wadah yang dapat ditempati memakamkan dengan baik dan juga memberikan angka stetika.

Bilang transendental teknologi vertikultur yang dapat diterapkan ialah :

A).Vertiminaponik yang yaitu gayutan antara system budidaya sayuran secara vertical berbasis pot broker plastik dengan aquaponik (budidaya ikan) atau dengan kata lain integrasi antara budidaya sayuran dengan piaraan lauk. Media tanam yang digunakan yakni batu zeolit dan tanah daun.

B).Walkaponik yang merupakan system budidaya sayuran nan juga diintegrasikan dengan peliharaan ikan. Prinsip dari walkaponik sama dengan vertiminaponik, nan membedakan adalah system budidaya sayuran yang memperalat pot-vas dan disusun sedemikian rupa membentuk ujana vertical, sehingga disebut walkaponik nan berasal dari kata wall gardening dan aquaponik. Media tanam yang digunakan adalah bencana zeolit dan humus.

C).
Ideal Wall gardening yang merupakan sistem budidaya pohon memanfaatkan tembok ataupun dinding yang kosong. Beberapa teladan wall gardening meliputi: (1). Wall gardening ideal terpal : mangsa yang digunakan yaitu terpal yang dibentuk seperti tempat sepatu. Wahana tanam yang digunakan yakni fusi tanah, sekam dan kompos/pupuk kandang; (2). Wall gardening model paralon : korban nan digunakan adalah paralon atau buluh yang dilubangi sebagai tempat tumbuhnya tanaman. Media tanamnya adalah campuran persil, sekam dan tanah daun/baja kandang; (3) Wall gardening model pot plant : incaran nan digunakan merupakan vas dengan kerangka metal atau balok seumpama penyangganya. Media tanam yang digunakan adalah paduan kapling, seam, dan kompos/pupuk kandang; (4). Wall gardening model partisi/modul: bahan yang digunakan adalah agro pro dan besi sebagai penyangganya. Media tanam yang digunakan yaitu cocopeat dan pupuk kandang/kompos.

Baca :   Tipes Boleh Makan Buah

Media Tanam

         Alat angkut tanam ialah salah suatu faktor terdepan yang lewat menentukan keberhasilan dalam budidaya tumbuhan. Sarana tanam akan menentukan baik buruknya pertumbuhan pokok kayu yang pada balasannya mempengaruhi hasil produksi. Media tanam memiliki maslahat bagi menopang tanaman, memberikan nutrisi dan menyediakan gelanggang bagi akar tunjang tumbuhan untuk tumbuh dan berkembang. Lewat alat angkut tanam bersemi-tumbuhan mendapatkan sebagian samudra nutrisinya. Untuk budidaya tanaman dalam panggung pot atau polybag,  media tanam dibuat bak pengganti kapling. Oleh karena itu, harus bisa menggantikan fungsi tanah lakukan pokok kayu, (Anonim, 2016).

Dari media tanam inilah pohon menyerap makanan berupa molekul hara melalui akarnya. Media tanam nan digunakan sebaiknya fusi antara tanah, jamur kompos, dan sekam dengan perbandingan 1:1:1. Sesudah semua bahan terpumpun, dilakukan pencampuran hingga merata. Tanah dengan adat koloidnya memiliki kemampuan cak bagi mengikat atom hara, dan melampaui air unsur hara dapat diserap makanya akar tanaman dengan prinsip pertukaran kation. Sekam berfungsi bikin menampung air di intern tanah sedangkan kompos menjamin tersedianya bahan berarti yang akan diuraikan menjadi unsur hara yang diperlukan pohon.

Campuran media tanam kemudian dimasukkan ke dalam medan yang sudah lalu disiapkan hingga penuh. Bagi memastikan tidak ada ruang kosong, bisa digunakan aur kecil maupun kayu cak bagi menjorokkan tanah hingga ke radiks arena (ruas ragil). Ki alat tanam di dalam kancah diusahakan agar tidak terlalu padat supaya air mudah mengalir, juga supaya akar susu tanaman enggak kesulitan “bernafas”, dan tidak sesak renggang mudahmudahan terserah keleluasaan internal mempertahankan air dan menjaga kelembaban.

Jenis tanaman yang dapat di budidayakan

Baca :   Kreasi Dari Kertas Kado

          Sayuran yang akan ditanam moga disesuaikan dengan wadah yang tersedia atau kemampuan tempat dalam menyiagakan media untuk kebutuhan tanaman yang akan ditanam. Dengan teknologi vertikultur ini kita dapat mengetanahkan plural jenis tanaman misalnya seledri, cabai, terong, bawang kucai,  mentimun, seladah, berambang merah, tomat, kemangi, sawi, bayam, kangkung dan berbagai jenis sayuran lainnya yang bermanfaat tanaman diversifikasi kecil dengan perakaran pendek.

Berikut adalah langkah-langkah dalam mengamalkan penghutanan dan pemeliharaan dengan teknik vertikultur;
(1)
Siapkan wadah penanaman, kemudian isi dengan komposis media yang telah ditetapkan,
(2)
Keluarkan pati semaian beserta medianya dari dalam tempat penyemaian,
(3)
Masukkan ke kerumahtanggaan wadah penghijauan yang yunior sebatas  batas leher tanaman,
(4)
Padatkan media di selingkung permukaan media, lalu susun tanamansesuai hierarki bersendikan kebutuhannya akan sinar matahari,
(5)
tanaman setiap hari. Jika tertentang ada hama, segera cabut dan matikan. Sekiranya tanaman terserang penyakit, renggut tanaman dan campakkan medianya, kemudian ganti dengan media dan pokok kayu yang hijau,
(6)
Bila pohon kurang bernas, tambahkan pupuk kandang atau kompos nan mutakadim matang,
(7)
Lakukan pendirusan atau penyemprotan secara rutin menggunakan sprayer dengan frekuensi dua kali sehari, yaitu pagi dan sore waktu. (Rely)