Pada Bunga Linaria Maroccana Gen a Akan Membentuk Antosianin

Pada Bunga Linaria Maroccana Gen a Akan Membentuk Antosianin

Sumsum kalian mungkin pernah menyoal-cak bertanya ketika menemui hasil persilangan antara bunga berwarna merah, didapatkan bunga berwarna putih? Atau kalian penasaran kok keturunan berasal dua induk kelinci berwarna serdak-abu didapatkan keturunan berwarna hitam?  Semua situasi tersebut dapat kalian temukan jawabannya kalau kalian sudah lalu mempelajari mekanisme pewarisan kebiasaan (hereditas) atau genetika mendel.


Syariat PEWARISAN SIFAT MENDEL

Kalau individu dengan resan A melakukan perkawinan dengan individu bukan dengan sifat B, sifat keturunannya boleh mengikuti salah satu induknya atau merupakan hasil kombinasi dari sifat kedua induknya. Penurunan alias pewarisan sifat dari emak atau tetua kepada generasi (keturunan) berikutnya disebut
Hereditas. Keadaan pewarisan sifat tersebut menirukan ideal-pola hereditas. Hukum Mendel merupakan Hukum Hereditas yang menjelaskan prinsip-prinsip penerjunan adat pada organisme.

Untuk mengembangkan teorinya, Mendel menggunakan target kajian berupa tanaman polong kapri maupun ercis. Mendel menuding tujuh sifat polong kapri (Pisum sativum) tersebut, antara tidak: angka bulat dibandingkan dengan kredit keriput; nilai dandan asfar dibandingkan dengan biji warna abang; buah warna hijau dibandingkan dengan biji zakar corak asfar; buah mulus dibandingkan dengan biji zakar berlekuk; bunga warna ungu dibandingkan dengan rente warna putih; dan letak bunga diaksial (ketiak) dibandingkan anakan di setopan ujung; serta batang panjang dibandingkan dengan batang singkat.

  1. Hukum I Mendel (Hukum segregasi):

Lega hari pembentukan gamet,gen


di internal

alel

mengalami


segregasi (pemecahan)

secara nonblok dari diploid menjadi haploid.

Sadar ya, bahwa

Alel

itu sendiri adalah n partner gen nan terletak di lokus yang sama lega kromosom homolog. Syariat I Mendel dijelaskan maka itu Mendel internal bentuk persilangan monohibrid (satu rasam beda). Buat melincirkan kalian mempelajari persilangan monohibrid, berikut dijelaskan istilah-istilah yang berkaitan dengan persilangan.

  • Alel Dominan dan Alel Resesif

Setiap  individu memiliki 2 alel bagi gen yang mengendalikan suatu sifat. Alel Dominan akan diekspresikan sepenuhnya puas kenampakan individu, sementara itu ale resesif tidak diekspresikan secara jelas puas kenampakan turunan. Contohnya: alel anakan ungu (P) yakni dominan dan alel bunga murni (p) adalah resesif.(Jangan lupa bedakan huruf kapital dan huruf kerdil lega penulisan gen)

  • Homozigot dan Heterozigot

Suatu adat individu disimbolkan dengan sepasang alel.Jikalau sepasang alel tersebut identik/setinggi maka disebut
Homozigot,
contohnya pada pokok kayu ercis alur kalis untuk anakan ungu (PP) ataupun anak uang ikhlas (pp). Sebaliknya sekiranya sepasang alel tersebut farik maka disebut
Heterozigot
, contohnya pokok kayu kacang polong bukan alur murni untuk bunga ungu (Pp).

Genotip
ialah hubungan (komposisi) genetik berusul suatu sifat atau karakter turunan. Genotip menunjukkan kebiasaan dasar yang tak terpandang dan bersifat menurun alias diwariskan pada keturunannya. Contohnya: PP, Pp atau pp .

Padahal,
Fenotip
adalah hasil ekspresi dari genotip dengan lingkungannya nan positif aturan yang tampak berasal asing sehingga bisa diamati. Seumpama cermin adalah ukuran tanaman (tinggi ataupun pendek), warna bunga (ungu maupun suci), rencana kredit (bulat ataupun kisut) dsb.

Bayangan mengenai lokus alel, homozigot, heterozigot, genotipe dan fenotipe, boleh dilihat pada sketsa berikut:

  • Persimpangan Monohibrid Plong Tanaman

Persilangan monohibrid yaknipersilangan dengan suatu sifat selisih. Maksudnya adalah lega persilangan ini, hanya memperhatikan satu rasam saja, seperti warna bunganya saja (merah, putih, dsb) atau bentuk buahnya saja (bulat, lonjong, dsb).  Masing-masing persilangan diberi tanda baca,  pohon indung diberi huruf angka
P
(abreviasi dari parental). Keturunan I (keturunan pertama) disebut filial disingkat
F1, keturunan II disebut
F2
dan seterusnya. Perhatikan contoh persilangan pada siat bunga ercis yaitu bunga bercelup ungu dengan putih berikut:

Bila diketahui bunga tersebut bersifat intermediet maka fenotip keturunan pertamanya adalah

Terbit persilangan tersebut, dapat diketahui bahwa F1 (Keturunan mula-mula) semuanya bercelup ungu dengan genotip (Pp).

Selanjutnya, mari kita lihat bagaimana warna bunga F2 hasil dari persimpangan  F1 dengan F1 (F1 disilangkan sesamanya)!

Bila diketahui bunga tersebut bersifat intermediet maka fenotip keturunan pertamanya adalah

Ternyata warna anakan puas F2 (pertalian keluarga ke-dua) cak semau ungu dan kudus. Genotip ungu meliputi (PP) dan (Pp)

Jadi perbandingan (Rasio) Fenotip F2 = Ungu : Ceria = 3 : 1

Adapun rasio Genotip F2 = PP : Pp : pp = 1 : 2 : 1

Jika dinarasikan , peristiwa segregasi yang terjadi menurut Mendel adalah bagaikan berikut:

  • Pada masa pembentukan sel kelamin nekat, alel-alel PP ini memisah menjadi P dan P, sehingga sel gamet pada tanaman berbunga ungu hanya mengandung satu macam alel yaitu alel P tetapi.
  • Sebaliknya, tanaman betina berbunga putih, bersifat homozigot resesif dan genotipnya pp. Alel ini memisah menjadi p dan p lega masa pembentukan gamet betina (ovum), sehingga gamet-sel kelamin betina tanaman sejati cuma punya satu macam alel p.
  1. Hukum II Mendel (Hukum Asortasi)

Syariat Mendel II dikenal sebagai Hukum Asortasi yaitu, hukum berpasangan atau pemberkasan secara objektif. Hukum ini menyatakan bahwa setiap gen atau sifat, akan berpasangan secara bebas dengan gen atau sifat lain.

Berikut akan dijelaskan Hukum II Mendel pada persimpangan Dihibrid (dua aturan beda). Misalnya: bentuk biji kacang kapri (bundar dan kisut) dan warna (kuning dan hijau).

Pada persilangan antara tanaman kapri berbiji bundar warna asfar homozigot (BBKK) dengan ercis berbiji kisut warna hijau (bbkk), akan menghasilkan 16 gabungan genotip baka sebanyak 100% pokok kayu berbiji buntak dan berwarna kuning.

Selanjutnya, apabila tanam an F1 tersebut disilangkan sesamanya (setara-sama F1), ternyata pada keturunan kedua (F2), neraca F2 = 9 : 3 : 3 : 1. Untuk lebih jelasnya perhatikan persilangan dihibrid berikut!

Baca :   Cara Bercocok Tanam Bawang Merah Di Polybag

Bila diketahui bunga tersebut bersifat intermediet maka fenotip keturunan pertamanya adalah

B bersifat dominan terhadap b, K dominan terhadap k, jadi BbKk = Bulat kuning.

Dengan demikian  semua F1 bersifatMelingkar Kuning

Yuk, waktu ini kita temukan hasil F2 takdirnya F1 disilangkan sesamanya!

Bila diketahui bunga tersebut bersifat intermediet maka fenotip keturunan pertamanya adalah

Bila diketahui bunga tersebut bersifat intermediet maka fenotip keturunan pertamanya adalah

Dengan demikian, akan diperoleh F2 = bulat kuning (B_K_), bulat bau kencur (B_kk), kisut kuning (bbK_), kisut yunior (bbkk).

Bakal rasio fenotipnya adalah ibarat berikut:


Rasio fenotip =
bulat kuning : bulat hijau : kisut asfar : kisut bau kencur = 9 : 3 : 3 : 1.

Peristiwa pembentukan gamet pada persilangan dihibrid tersebut di atas, terjadi 4 macam penjenisan gen.

Gen B mengelompok dengan gen K mewujudkan gamet BK;

gen B mengelompok dengan gen k membentuk gamet Bk;

gen b gerombol dengan gen K membentuk sel kelamin bK; dan

gen b mengelompok dengan gen k membentuk gamet bk.

Ingin mencoba menyelesaikan persilangan dihibrid? yuk simak video berikut!….


3.       Persilangan Resiprok

Pada intinya, persimpangan resiprok adalah persilangan dengan sifat yang dibalik antara induk jantan dan betinanya. Misal: semula, persilangan antara kacang polong dari ungu (berani/tepung sari
) dengan ercis berbunga kalis (betina/
putik
), akan didapatkan semua anak cucu F1nya berasal ungu. Dan keturunan F2nya menghasilkan ercis berbunga ungu dan tahir dengan perbandingan 3:1. (Tatap persimpangan monohibrid plong tumbuhan).

Demikian halnya jika dibalik, jantan/serbuk sari diambil bersumber tumbuhan kacang polong berbunga tahir dan diserbukkan pada pentil ercis berbunga ungu, hasil yang diperoleh baik lega F1 maupun F2nya tetap selaras seperti semula. Persimpangan yang adalah n partner terbit persilangan sebelumnya inilah yang disebut
persimpangan resiprok.

4.       Back Cross (Persilangan Perot) dan Test Cross (Uji Silang)

Back cross
merupakan persilangan antara keturunan F1 yang heterozigot dengan salah suatu induknya nan homozigot dominan. Perhatikan contoh berikut:

Bila diketahui bunga tersebut bersifat intermediet maka fenotip keturunan pertamanya adalah

Dua individu F2 pada pola di atas, mempunyai genotip nan farik (TT dan Tt) semata-mata mempunyai fenotip yang sama (tinggi).

Simak aja nih videonya, kalau kalian kepingin lebih paham pun!






Test cross

yakni persilangan antara F1 dengan pelecok satu induknya yang homozigot resesif. Manusia F1 tidak ataupun belum diketahui genotipnya. Oleh karena itu, uji cabang ini berniat kerjakan menguji ketidak murnian anak adam dengan memafhumi perbandingan fenotip keturunannya. Dengan demikian, bisa diketahui individu nan diuji adalah heterozigot atau homozigot. Perhatikanlah teladan test cross antara bunga ercis nan letaknya diketiak daun/aksial namun belum diketahui genotipnya dengan induknya yang letak bunganya di ujung/halte (aa) berikut ini.

Bila diketahui bunga tersebut bersifat intermediet maka fenotip keturunan pertamanya adalah

F1: 50% Rente Aksial (Aa) : 50% Bunga Perhentian (aa).

Signifikan genotip dari bunga aksial tersebut bertabiat heterozigot (Aa) Ingin kian tanggap? coba deh simak video berikut!



5.       Rasam Intermediet

Pada pohon anak uang pukul empat (Mirabilis jalapa), persilangan antara tanaman rente pukul catur bercelup
merah
dengan bunga berwarna
putih,ternyata menghasilkan individu keturunan dengan anak uang bercelup
merah akil balig
yang berperilaku
intermediet. Warna merah muda yaitu warna antara merah dan kalis yang disebabkan oleh ekspresi terbit alel penentu warna merah dengan ekspresi berbunga alel rona putih. Makanya karena itu, kedua alel penentu sifat beda tersebut dikatakan mempunyai
kebaikan nan setara dalam memengaruhi munculnya sifat. Sifat antara yang diturunkan dari sifat emak pertama dengan sifat induk ke-2 inilah nan disebut sebagai resan intermediet. Perhatikan kerangka persilangan berikut!

Bila diketahui bunga tersebut bersifat intermediet maka fenotip keturunan pertamanya adalah

Lebih mantul pun sekiranya kalian mau simak video berikut!


B. Penyimpangan SEMU HUKUM MENDEL

Ingat-ingat ya…. ternyata, tidak semua persilangan monohibrida menghasilkan perbandingan fenotip F1 = 3 : 1 atau perbandingan genotip F1 = 1 : 2 : 1, dan persilangan dihibrida menghasilkan perbandingan genotip F1 = 9 : 3 : 3 : 1.

Dalam prakteknya, hasil persilangan dihibrida, dapat menghasilkan  nisbah yang merupakan tipe dari perbandingan 9 : 3 : 3 : 1 yaitu 12 : 3 : 1 atau 9 : 7 atau juga 15 : 1. Meskipun demikian, perbandingan tersebut tetap menirukan aturan Syariat Mendel. Oleh karena itu, hasil rasio tersebut dikatakan sebagai
digresi semu Hukum Mendel.

Simak baik-baik ya, macam penyimpangan semu Syariat Mendel berikut!

a. Atavisme

Pada interaksi gen ini, satu sifat ditentukan maka dari itu alel-alel dari gen yang farik yangt berinteraksi atau saling memengaruhi dalam mengutarakan aturan fenotip, sehingga menghasilkan keturunan yang berbeda dengan induknya.

Bila diketahui bunga tersebut bersifat intermediet maka fenotip keturunan pertamanya adalah

Misalnya, pada mandung dijumpai empat macam bentuk pial (ranggah), antara enggak:sumpel (walnut)

dengan genotip R-P-
,

gerigi (rose) dengan genotip R-pp,

nilai (pea) dengan genotip rrP-;
dan

belah (single) dengan genotip rrpp. Perhatikan Gambar 5.1. Empat macam pial ayam jago!

Jika ayam berpial rose disilangkan dengan pea (biji), semua keturunan F1nya berpial walnut. Perhatikanlah diagram persilangan berikut!

Bila diketahui bunga tersebut bersifat intermediet maka fenotip keturunan pertamanya adalah

Ternyata dari persilangan ayam berpial rose dan pea, dihasilkan fenotip baru yaitu walnut. Apa yang menyebabkan terbentuknya balung walnut? Pial walnut muncul karena interaksi 2 pasang alel (gen) yang dominan.

Tentatif itu, persimpangan antara sesama ayam jantan berpial walnut dihasilkan 4 macam pial yakni walnut, rose, pea, dan 1 pial yang mentah yaitu single dengan skala 9 : 3 : 3 : 1. Memetik singlel terjadi karena adanya 2 pasang alel (gen) yang resesif.

Berikut video latihan soal atavisme, simak ya…


b. Kriptomeri

Kriptomeri berasal berasal pengenalan Kriptos (Yunani) penting tersembunyi, sehingga kriptomeri dikatakan seumpama gen dominan nan seolah-olah jadi-jadian seandainya samar muka sendiri dan akan tampak pengaruhnya apabila bersama-sebagai halnya gen dominan yang lainnya. Peristiwa kriptomeri ini terjadi pada persimpangan bunga Linaria marocanna berwarna merah (AAbb), dengan anak uang Linaria maroccana berwarna nirmala (aaBB).

A = terserah pigmen antosianin

Baca :   Cara Mengatasi Mata Buram Sebelah Kanan

a = enggak ada pigmen antosianin

B = plasma basa

b = plasma cemberut

Warna bangkang
disebabkan maka dari itu
adanya pigmen antosianin dalam lingkungan bersut
(AAbb/Aabb).

W

arna ungu
disebabkan oleh
adanya pigmen antosianin intern lingkungan


basa (AABB/AaBB).

Jika di dalam plasma enggak terletak pigmen antosianin, baik di dalam lingkungan asam atau basa, maka akan terbentuk warna putih (aaBB/aaBb/aabb).

Yuk, disimak saja, bagaimana akibatnya jika  Linaria maroccana  merah disilangkan dengan  Linaria maroccana putih!

Bila diketahui bunga tersebut bersifat intermediet maka fenotip keturunan pertamanya adalah

c. Polimeri

Polimeri yaitu sifat yang unjuk pada persilangan heterozigot dengan banyak resan beda yang bersimbah sendiri, sekadar memengaruhi bagian yang sama dari suatu organisme. Contohnya ialah gandum berbiji sirah yang memiliki dua gen ialah M1 dan M2, sehingga apabila kedua gen tersebut bertumbuk maka ekspresi warna akan semakin lestari.

Coba sekarang, lakukan persimpangan cante berbiji merah (M1M1M2M2) dengan gandum berbiji putih (m1m1m2m2), nantinya nan menghasilkan zuriat F2 dengan perbandingan merah : putih = 15 : 1. Ini dapat dilihat pada buram persilangan di radiks ini!

Bila diketahui bunga tersebut bersifat intermediet maka fenotip keturunan pertamanya adalah

d. Epistasis-Hipostasis

Epistasis
yakni sebuah atau sejodoh gen nan menutupi atau mengalahkan ekspresi gen lain yang tidak selokus (sealel). Padahal
Hipostasis
yaitu gen yang tertutupi oleh sebuah atau sepasang gen lain yang tidak selokus (nan tidak alelnya).

Misalnya, gandum bersekam hitam (HHkk) disilangkan dengan gandum bersekam asfar (hhKK) menghasilkan F1 cante bersekam hitam. Seandainya F1 disilangkan sesamanya, akan menghasilkan F2 dengan perimbangan fenotip 12 hitam : 3 kuning : 1 putih. Hal ini terjadi karena faktor H menutup faktor K. Faktor H disebut epistasis dan faktor K yaitu hipostasis  Sepatutnya kalian lebih mengerti, perhatikan rencana epistasis-hipostasis berikut!

Bila diketahui bunga tersebut bersifat intermediet maka fenotip keturunan pertamanya adalah

Buat cak bimbingan soal kriptomeri, polimeri dan epistasis/hipostasis, simak video berikut ya…


e.

Gen-gen Komplementer.

Gen-gen komplementer merupakan interaksi antara gen-gen dominan yang berbeda namun jika muncul bersama akan silih melengkapi, sehingga  akan tukar membantu dalam menentukan fenotip. Takdirnya salah satu gen tidak ada, maka pemunculan fenotip menjadi terhalang.

Kamil komplementer dapat ditemukan pada kasus persimpangan anak uang Lathyrus odoratus yang terdiri dari gen:

C = membentuk pigmen corak

c = tidak membentuk pigmen warna

P = membuat enzim pengaktif

p = tidak membentuk enzim pengaktif

Persilangan antara bunga Lathyrus odoratus berwarna putih dengan bunga Lathyrus odoratus bercelup putih pula, akan memperoleh nasab F1 dengan fenotip ungu, kemudian F1 disilangkan dengan sesamanya, maka generasi atau keturunan F2 ada yang ungu dan masif. Lakukan bertambah jelasnya perhatikan bagan persimpangan berikut!

Bila diketahui bunga tersebut bersifat intermediet maka fenotip keturunan pertamanya adalah

Berdasarkan hasil persilangan dapat  dilihat bahwa gen C dan P tidak akan menunjukkan warna (ungu) apabila keduanya bukan terdapat bersama-setara n domestik satu genotip.

Jika mau makin jelas, klik dan simak video berikut!




==================================================================

PENERAPAN HUKUM MENDEL DI Bidang PERTANIAN DAN PETERNAKAN

  1. Teknik Perbaikan Mutu Tanaman dan Ternak

Pengenalan mengenai konsep gen dan pewarisan sudah membantu manusia dalam melakukan perbaikan mutiara genetik buat memperoleh resan unggul tanaman dan dabat budidaya. Sifat-sifat unggul pada pohon misalnya untuk pohon pangan dengan karakter cepat panen, siklus hidup sumir, panen berdampak tingkatan, serta tahan terhadap terjangan hama dan ki kesulitan. Adat-kebiasaan unggul pada hewan misalnya sapi dengan keunggulan dapat menghasilkan daging, tetek, dan gurih susu yang banyak; ayam jago dengan keunggulan banyak berbuah dan cepat gemuk; serta pada kuda dengan keunggulan dapat berlari cepat.

Perbaikan loklok genetik pada tanaman dan sato boleh dilakukan dengan bineka cara, adalah seleksi, persilangan (hibridisasi), dan alih tugas buatan.


Penyaringan

Banyak varietas pohon dan hewan yang bermakna bagi khalayak diperoleh berbunga proses penyaringan, karena macam memang mutakadim ada di antara anggota spesies yang sama. Sudah laluiteratif kali

manusia memilih adat-sifat yang diinginkan berusul tiap generasi tanaman atau pun  dabat. Gen-gen nan berperilaku ulung dipertahankan dan akan diwariskan kepada anak uang sehingga diperoleh tumbuhan alias hewan yang dibudiyakan berkualitas tangga.

Seleksi pada tumbuhan misalnya seleksi terhadap berbagai macam padi, gandum, dan ubi belanda, yang menunjuk-nunjukkan sifat tahan terhadap wereng atau menghasilkan panen strata. Pemilihan pada fauna misalnya sreg sapi Hereford karena menghasilkan total dan kualitas daging bertambah baik.

Persilangan (Hibridisasi)

Persimpangan atau hibridisasi ialah perkawinan di antara dua individu tanaman alias satwa yang berasal semenjak spesies yang sepadan, saja berbeda rasam genetiknya. Persilangan pada tanaman misalnya persilangan pada gabah.

Contohnya persimpangan gabah jenis A yang memiliki karakter kerangka gabah berkecukupan hierarki (GG), tahan hama (HH), belaka tekstur nasi tidak pulen maupun pera (pp) dan warna gabah kusam (kk), dengan padi jenis B yang memiliki fiil gambar gabah lampai pendek (gg), enggak tahan wereng (hh), namun tekstur nasi pulen (PP) dan corak antah kuning nirmala (KK), Hasil persilangannya adalah padi hibrid (hasil persilangan) dengan semua sifat dominan.

Maka dari itu karena hibrid merupakan heterozigot dan enggak merupakan silsilah kadaver, lakukan mendapatkan hibrid F1 yang sepadan perlu dilakukan persimpangan terus-menerus dengan menggunakan parental nan sama. Bila cak hendak memperoleh silsilah mumi maka hibrid F1 disilang pun dengan sesamanya. Melintasi persilangan yang iteratif-ulang akan diperoleh galur mimu dengan karakter yang diinginkan.

Persilangan pada hewan ternak terutama bertujuan buat meningkatkan sumber protein internal waktu relatif sumir. Misalnya ayam jantan pedaging atau sapi yang pertumbuhannya cepat dengan badan yang cepat gemuk atau sapi perah yang air susu dan lemak susunya banyak. Persilangan pada sato dapat dilakukan dengan cara persilangan sanak, persilangan mumi, persilangan luar, dan persilangan baur.

Baca :   Insektisida Pembasmi Ulat Pada Tanaman Jagung

Persilangan Sanak (Inbreeding)

Persilangan sanak merupakan perkawinan antara hewan jantan dan betina yang masih satu keluarga. Misalnya induk kosen dikawinkan dengan momongan-momongan betinanya, sehingga disebut closebreeding.
Tujuan persilangan ini yaitu untuk menghasilkan nasab yang bergalur kadaver.

Persilangan Mumi (Pure Breeding)
Persimpangan mumi merupakan perkawinan antara hewan jantan dan betina dari ras nan separas.

Tujuan persilangan ini adalah untuk mendapatkan pertalian keluarga yang homozigot. Misalnya perkawinan sapi bahadur dan betina ras Bali.

Persilangan Luar (Cross Breeding)
Persimpangan asing merupakan perkawinan antara binatang jantan dan lebah ratulebah berpangkal dua ras yang berbeda.

Pamrih persilangan ini adalah kerjakan mendapatkan anak cucu dengan resan-kebiasaan hijau. Misalnya perkawinan antara sapi Madura yang awet dengan sapi Fries Holland mulai sejak Belanda nan produksi susunya tinggi.

Persimpangan Baur (Up Breeding)

Persimpangan baur ialah perkawinan antara hewan nyali dengan kualitas unggul yang biasanya berpunca berpangkal luar wilayah dengan sato betina yang berasal dari daerah domestik. Harapan persilangan ini adalah untuk menyunting mutu binatang di kawasan setempat.

Alih tugas Buatan

Mutasi artifisial adalah perubahan perhubungan atau jumlah materi genetik/DNA (alih tugas gen) maupun kromosom (mutasi kromosom) plong rumah tahanan-sengkeran raga basyar hidup, nan dilakukan dengan sengaja maka dari itu bani adam.

Mutasi buatan dapat terjadi melampaui beberapa cara, yaitu radiasi sinar radioaktif (radioisotop) misalnya sinar X, alpha, beta, dan gamma, atau dengan campuran kimia aktual kolkisin.
Mutasi bikinan paling banyak dilakukan pada tanaman. Alih tugas tiruan dengan radiasi semarak gamma pada biji-biji pohon padi dan palawija yang dilakukan makanya BATAN (Badan Tenaga Atom Nasional) menghasilkan antah Atomita I dan Atomita II yang berumur panen pendek, hasil produksi tinggi, dan tahan terhadap serangan hama wereng.

Mutasi sintetis dengan perendaman kredit-ponten pokok kayu pertanian dan pertanaman privat kolkisin menyebabkan tanaman memiliki biji kemaluan yang besar dan tidak berbiji. Misalnya buah semangka, kates, sitrus, dan anggur tanpa ponten.


2. Penerapan Hukum Mendel pada Meres Pertanian

Penerapan hukum Mendel di bidang pertanian bertujuan untuk memperoleh bibit menang, misalnya tanaman nan produksinya tahapan, cepat berbuah, buahnya raksasa, rasanya enak, resistan terhadap hama, tahan terhadap

kekeringan dan sebagainya.

Penyilangan sreg tanaman misalnya penyilangan padi dengan fenotip resistan wereng pera (HHpp) dengan tidak resistan hama pulen (hhPP).

Penyilangan dimaksudkan mendapatkan keturunan padi dengan kualitas ulung yakni resistan hama pulen.

Hasil percobaan persilangan, secara teoritis dapat dilihat lega bagan berikut:

Bila diketahui bunga tersebut bersifat intermediet maka fenotip keturunan pertamanya adalah

Berdasarkan susuk persimpangan bisa diketahui bahwa fenotipe keturunan pertama (F1) 100%
tahan hama pulen

Sedangkan rasio fenotipe F2 = 9 tahan hama pulen : 3 tahan hama pera : 3 tak resistan hama pulen : 1 tidak resistan hama pera.


3. Penerapan Hukum Mendel pada Parasan Peternakan

Sekelas begitu juga lega permukaan pertanian, penerapan hukum Mendel di meres peternakan pun  bertujuan untuk memperoleh bibit memenangi.

Apa doang sifat ulung yang diinginkan? Ya, contoh resan memenangi peliharaan yang diinginkan yaitu cepat bertelur pada ayam petelur, banyak menghasilkan susu pada peliharaan sapi, atau tahan terhadap penyakit sreg peternakan iwak dan sebagainya.

Reformasi nasab pada piaraan, dapat dilakukan melintasi persilangan sesuai dengan
intensi nan diharapkan, misalnya dengan cara purebreeding, inbreeding, outcrossing, crossbreeding, maupun upbreeding.

a. Purebreeding, yaitu persilangan peliharaan nekat dan betina dalam satu jenis. Misalnya persilangan sapi madura kesatria dengan sapi madura betina. Tujuannya adalah bikin mempertahankan fenotipe berjaya dengan genotipe homozigot.

b. Inbreeding, merupakan persilangan ternak jantan dan betina sedarah, Misalnya persilangan induk nyali dengan betina keturunannya koteng. Tujuannya adalah bikin mempertahankan siat-sifat unggul yang dimiliki rasnya.

c. Outcrossing, yaitu persilangan seekor ternak jantan dari satu kerumunan dengan beberapa betina kelompok tak yang masih satu ras tetapi tidak sekandung. Misalnya persimpangan antara pejantan sapi bali pecah suatu kawasan dengan sapi bali betina area lain. Tujuannya merupakan untuk menjaga keotentikan kebiasaan unggul suatu ras.

d. Crossbreeding, yaitu persilangan ternak bahadur dan betina yang berbeda ras. Misalnya persilangan antara sapi Fries Holland dengan sapi Madura. Tujuannya yaitu kerjakan mendapatkan ras hijau yang memiliki sifat-sifat memenangi dari kedua ras tersebut.

e. Upbreeding, yaitu persimpangan antara pejantan yang sudah lalu diketahui mutunya
(umumnya didatangkan dari asing negeri), dengan betina-netina setempat. Misalnya persilangan antara sapi pejantan Ongole dari India dengan sapi betina Sumba menghasilkan Peranakan Ongole (PO) atau Sumba Ongole (SO).  Tujuannya kerjakan memperbaiki loklok ternak setempat.

Penyilangan pada hewan, misalnya Sapi dengan sifat sehat kurus (BBgg) disilangkan dengan sapi dengan sifat ringkih gemuk. Penyilangan dilakukan dengan maksud cak bagi menghasilkan zuriat dengan kualitas memenangi merupakan sapi dengan sifat bugar gemuk.

Secara teoritis, hasil persimpangan dapat diperkirakan menggunakan rencana persilangan menurut Mendel sbb:

Bila diketahui bunga tersebut bersifat intermediet maka fenotip keturunan pertamanya adalah

Berdasarkan bagan persilangan bisa diketahui bahwa fenotipe nasab pertama (F1) 100%
bugar berlambak.

Sementara itu rasio fenotipe F2 = 9 sehat mewah : 3 bugar mersik : 3 ringkih produktif : 1 ringkih kurus.

Pada Bunga Linaria Maroccana Gen a Akan Membentuk Antosianin

Source: https://toptenid.com/bila-diketahui-bunga-tersebut-bersifat-intermediet-maka-fenotip-keturunan-pertamanya-adalah

Check Also

Cara Cangkok Bunga Mawar

Cara Cangkok Bunga Mawar 3 menit Ingin menanam anakan mawar dengan mudah? Gunakan saja teknik …