Lelehan manisnya coklat Silverqueen pasti perkariban Ia rasakan, bukan? Tahukah Ia sejarah manis dibalik perusahaan Coklat Silverqueen asal Garut ini?


Simak kisah sukses pemilik pabrik coklat Silverqueen yang berhasil menebar manisnya coklat Silverqueen yang mampu berekspansi semenjak Garut setakat ke Singapura bahkan Filipina dan Jepang.

Selamat membaca!

Kolom Finansialku

Rubrik Finansialku Lifestyle (rev)


Pemilik Perusahaan Coklat Silverqueen

Mungkin yang tak kenal dengan manisnya rasa coklat Silverqueen. Sebuah merek cokelat nan bukan luar pun di lidah kita semua. Dengan bermacam-macam varian dan kacang mede yang ada di dalamnya, coklat Silverqueen memang sudah lalu jadi idola bagi banyak kalangan.

Bahkan coklat Silverqueen enggak sukar menjadi sebuah kado atau bingkisan kecil yang biasa diberikan kepada anak adam-hamba allah tersayang atau pasangan.

Tahukah Anda bahwa coklat Silverqueen adalah coklat buatan dalam kewedanan di mana pabriknya berpangkal dari kota Garut?

Dialah Ming Chee Chuang, seorang laki-laki berkebangsaan Burma atau yang disebut Myanmar, konon lampau di Garut dan membeli perusahaan cokelat NV Ceres mulai sejak cucu adam Belanda. Dia membeli firma ini lega tahun 50-an dan mengganti namanya menjadi PT Firma Pabrik Ceres, yang masa ini menghasilkan coklat bernama Silverqueen.

Baca :   Tempat Daftar Grab Bike Cibubur

Sejarah Di Balik Manisnya Coklat Silverqueen 02

[Baca Pun:
Panduan Pemakaian VPN Tarumanagara Bakal Internet Banking KlikBCA Membahu]


Rekaman di Balik Manisnya Coklat Silverqueen

Coklat Silverqueen yang masa ini banyak ditemui di plural toko dan swalayan adalah produk coklat salih Indonesia.

Pabriknya sendiri berawal dari daerah tingkat Garut, sebuah pabrik cokelat yang tidak hanya memproduksi cokelat dengan brand Silverqueen, belaka kembali berbagai segel lainnya seperti Ritz, Delfi, Chungky, Jago, Wafer Briko, Top, Biskuit Selamat, dan Meises Ceres.

Berdasarkan sejarah berdirinya, industri cokelat yang dulunya bernama NV Ceres ini sebelumnya adalah milik orang Belanda.

Plong masa 1942 ketika Jepang menjajat Indonesia, sang pemilik (insan Belanda) berusaha untuk menggermang menjauhi Garut dan mencual harta benda perusahaan cokelatnya kelongkong harga yang murah.

Kemungkinan ini dimanfaatkan maka dari itu Ming Chee Chuang seornag pria radiks Burma yang menetap di Bandung pada zaman kolonial.

Kamu membeli Perusahaan cokelat NV Ceres tersebut dan menggilir namanya menjadi PT Perusahaan Industri Ceres.

Coklat Silverqueen diproduksi dengan paduan cokleat dengan kacang mede dan di musim 1950, coklat ini diproduksi privat gambar batangan.

Sebuah inovasi pecah kemustahilan karena membuat cokelat batangan di negara tropis dinilai tidak bisa jadi, ditambah lagi belum ada teknologi nan mendukung.

Ming Chee Chuang enggak sangat akal dan berusaha berburu jalan keluar. Ia kemudian mencampur adonan cokelat dengan bin mede yang menciptakan menjadikan coklat Silverqueen kelihatan kuat.

Bersendikan komposisinya, coklat Silverqueen diproduksi dengan beberapa bahan dasar seleksian berkualitas, diantaranya yaitu:

Sukrosa, Kacang Mete, Minyak Nabati, Kakao Komposit, Tepung Terigu, Bubuk Kakao,Susu Serbuk, Lemak Kakao,  Beras Kripsi, Pengemulsi (Lesitin Kedelai PGPR), Abuk Whey, Garam, Perisa Vanili & Antioksida BHT.

Sejarah Di Balik Manisnya Coklat Silverqueen 03

[Baca Pula:
Nur Mas Group Berduka, Inilah Para Pewaris Kekayaan Senilai Rp205 triliun]


Tantangan Jalan Pabrik Coklat Silverqueen

Seputar tahun 1950-an, pemerintah adv pernah memperlainkan garis haluan mengenai Programa Benteng. Acara tersebut bertujuan bagi membina pengusaha Indonesia, dalam hal ini yakni kelas pengusaha Pribumi – non Tionghoa.

Baca :   Tanaman Hias Yang Bagus Menurut Fengshui

Program tersebut dicanangkan berdasarkan adanya tekanan taktis, agar kekuasaan ekonomi diambil dari perusahaan swasta Belanda yang masih ada di Indonesia saat itu.

Intinya, para pengusaha pribumi mendapat akomodasi yang lebih baik daripada pengusaha asing yang mempunyai usaha di Indonesia.

Bahkan, melalui Programa Benteng tersebut ditentukan bahwa paling enggak 70% dari pemegangan saham perusahaan harus dimiliki oleh nasion Indonesia kalis.

Program Benteng tersebut jelas memberi tantangan unik bagi Ming Chee Chuang yang bukan orang asli Indonesia.

Ia menyanggupi tidak bernasib baik kemudahan nan se-enak orang-orang asli Indonesia nan mendapatkan fasilitas khusus sebagai dampak berusul Acara Benteng tersebut.

Kendati ia tak mendapatkan fasilitas nan sama sama dengan turunan pribumi, kampanye Ming Chee Chuang tak penting mengalami kemunduran.

Malah industri nan tadinya berada di Garut, bisa berekspansi ke Kota Bandung di medio periode 1950-an.

Sejarah Di Balik Manisnya Coklat Silverqueen 04

[Baca Juga:
Bagaimana Cara Menghasilkan Banyak Tip bermula Menggalas Photo Booth?]

Rasi itu, diadakan Konferensi Asia Afrika (KAA) di masa 1955 dan Ming Chee Chuang mendapatkan pesanan yang lumayan banyak kerjakan dihidangkan kepada para tamu invitasi dalam acara besar tersebut.

Itulah nan membuat Ming Chee Chuang menularkan pabriknya berpunca Garut ke Bandung.

Dari situ, nama Ming Chee Chuang semakin dikenal sebagai produsen cokelat yang enak.

Julukan itu bukanlah tanpa alasan dan tanpa bukti. Saking eco dan lezatnya, cokelat buatan Ming Chee Chuang dipuji makanya Presiden Soekarno. Beliau bukan mau bersantap cokelat selain imitasi Ming Chee Chuang.

Menanggapi kejadian itu, Ming Chee Chuang menyanggupi hanya meracik cokelat dengan bahan dasar terlambat, tidak ada nan istimewa. Cuma namun prinsip memainkan temperature alat pemanas cokelat saja yang kontol pengalaman dan keahlian khusus.


Warisan Coklat Silverqueen

Coklat Silverqueen semakin berkembang dan semakin dikenal luas. Ming Chee Chuang sekali lagi semakin bertambah usia dan perkembangan perusahaan yang ia miliki harus dilanjutkan oleh generasi selanjutnya.

 Estafet kepemimpinan pun harus diwariskan Ming Chee Chuang kepada momongan-anaknya.

Ming Chee Chuang mewariskan perusahaan coklat itu kepada John Chuan, anak asuh laki-laki tertuanya.

Kini, John Chuang adlah CEO dari perusahaan yang sekali lagi bertugas intern mengontrol finansial perusahaan. Serta dibantu oleh adiknya Joseph Chuang yang mendapatkan bagian untuk mengurusi tentang
food service
dan bermacam rupa urusan dalam pabrik.

Baca :   Pakaian Yang Cocok Untuk Sepatu Vans

Perusahaan coklat Silverqueen semakin berkembang di tangan generasi kedua Ming Chee Chuang. Di tangan momongan-anaknya, perusahaan ini mendirikan firma baru bernama Petra Food yang maktab pusatnya terletak di Singapura.

Berbunga perian 1987 hingga 1989, perusahaan Ming Chee Chuang semakin naik daun sebatas fertil mengerjakan pengadaan target lazim yang dilakukan dari Thailand.

Di tahun 1987 pun perusahaan coklat batih Ming Chee Chuang ini juga terbabit dalam peredaran segel ketiga di Indonesia dan di tahun berikutnya mereka berbenda mengekspansi dagang di negara Filipina, termasuk intern pengadaan dan pengolahan cokelat.

Selain itu, perusahaan ini pun mengadakan program kerja seimbang dengan industrial Jepang.

Beraneka ragam merek komoditas andalan yang sekarang dikenal luas disamping coklat Silverqueen antara lain adalah Delfi, Ritz, Biskuit Selamat, Chunky, Wafer Briko, Top dan Meises Ceres.


Ide bisnis segala yang Anda temukan sesudah mendaras kisahan sukses terbit pendiri coklat Silverqueen di atas?


Berikan tanggapan dan komentar Sira puas kolom yang tersedia di bawah ini!


Anda juga dapat membagikan setiap artikel Finansialku kepada rekan maupun kenalan Anda yang membutuhkan!

Mata air Referensi:

  • Naviri Magazine.
    Ki kenangan dan Radiks Usul Cokelat Silver Queen.
    Naviriorg – https://bit.ly/34wtOtb
  • Nurul Tryani. 16 Agustus 2019.
    Sejarah Silver Queen, Jenama Coklat Ternama Nan Berasal Dari Indonesia.
    Kabarsidia.com – https://bit.ly/2ElDb4q
  • Petrik Matanasi. 6 Januari 2018.
    Coklat Ceres: dari Garut ke Singapura.
    Tirto.id – https://bit.ly/2ElDfBk
  • Merdeka. Silver Queen.
    Merdeka.com – https://bit.ly/2S0GE0y

Sumber Bagan:

  • Rangka 01 – https://bit.ly/2ZrjAcM
  • Gambar 02 – https://bit.ly/2Qtejh0
  • Gambar 03 – https://bit.ly/2PYgUQU
  • Susuk 04 – https://bit.ly/2EYdM17