Cara Menghitung Bunga Deposito Bni Syariah

Cara Menghitung Bunga Deposito Bni Syariah

Menjalani keseharian n domestik teladan kehidupan masa sekarang nan serba cepat tentunya yaitu sebuah tantangan tersendiri. N domestik banyak situasi, manusia modern saat ini dituntut bikin serba cepat dalam membuat sesuatu atau sekedar menentukan pilihan. Tersurat pun perihal pemodalan finansial, yang erat kaitannya dengan urusan keuangan secara manusia, menggandar maupun organisasi. Dengan banyaknya kabar dan penawaran barang finansial nan ramai saat ini, berdampak lega tingginya minat khalayak gaduh untuk turut berinvestasi agar bisa memperoleh hasil terbaik berusul jenis investasi yang sudah mereka memilah-milah. Tak ayal, unjuk beberapa pertimbangan terkait unsur kehalalan prinsip berinvestasi yang dilakukan oleh pihak bank. Bakal menyikapi kecemasan tersebut, saat ini terdapat produk kapitalisasi syariah yang boleh dipilih sebagai produk investasi aset finansial yang kerukunan dan amanah sesuai dengan syariah, salah satunya adalah deposito syariah.

Perbankan syariah yang ada di Indonesia, seperti Bank Syariah Indonesia (BSI), BCA Syariah, BTPN Syariah, Bank Muamalat, dan sebagainya telah mempunyai berjenis-jenis dagangan tabungan dan pun investasi yang sah sesuai dengan pilihan para nasabahnya. Beberapa komplet komoditas perbankan syariah yang ditawarkan antara tak; tabungan syariah, tabungan umroh & haji, KPR syariah, sampai deposito syariah.

Deposito syariah yaitu instrumen pemodalan khasanah finansial yang aman dan terbatas resiko. Dilengkapi dengan syarat dan ketentuan hukum syariah nan diterapkan lega produk penanaman modal deposito berlandaskan syariat ajaran agama Islam ini, menjadikan produk pendanaan ini semakin menarik buat dipilih dan pastinya bebas dari riba.
Nah,

meskipun informasi seputar deposito syariah n domestik tulang beragangan PDF sudah lalu bisa kamu temukan secara
online, agar sira semakin kritis akan halnya deposito syariah dan segala kekuatan serta keunggulannya,
marilah, simak ulasan Qoala nan sudah dirangkum secara lengkap berikut ini.

Apa Itu Signifikansi Deposito Syariah?

Sumber foto: mirzamlk via Shutterstock

Sebelum kita uraikan tentang signifikasi deposito syariah, kamu terlazim mengetahui terlebih silam mengenai barang apa itu deposito nan merupakan salah suatu instrumen keuangan yang dikeluarkan perbankan. Deposito adalah simpanan yang diserahkan kepada rajah atau pihak tertentu dan penarikannya hanya dapat dilakukan plong jangka musim tertentu dan dengan syarat-syarat tertentu. Sederhananya, deposito ialah tabungan berjangka yang dikeluarkan oleh pihak perbankan. Engkau teradat adv pernah, bahwa deposito kembali merupakan riuk satu instrumen pendanaan khasanah finansial dengan tingkat risiko nan kecil.

Setelah dia memaklumi tentang deposito, ayo kita membahas mandu produk investasi deposito berdasarkan syariat ajaran agama Islam ini nan dijalankan dengan prinsip mudharabah. Adapun prinsip perjanjian mudharabah adalah bentuk perjanjian kerja sebanding antara dua ataupun lebih pihak di mana pemilik modal mempercayakan sejumlah modal kepada pengelola yang dipilih bagi satu perjanjian kerja sama. Tulang beragangan perjanjian mudharabah ini menegaskan kerja sebagaimana kontribusi seratus persen modal bersumber empunya modal dan keahlian dari pengelola tersaring.

Deposito syariah yang dikelola maka itu perbankan syariah di Indonesia yakni salah satu produk kapitalisasi keuangan yang dilirik banyak nasabah. Selain karena tingkat risiko ataupun resiko deposito syariah nan kecil, macam investasi sesuai syariat agama Islam ini kembali telah diatur secara resmi di Indonesia dan tentunya diawasi maka dari itu Dewan Syariah Nasional yang dibentuk oleh Majelis Cerdik pandai Indonesia (DSN-MUI).

• Dasar Hukum Deposito Syariah

Seumpama dagangan perbankan syariah yang merupakan kegiatan investasi kekayaan keuangan nasabah dengan bank, deposito syariah sekali lagi sudah lalu diatur makanya Dewan Syariah Kebangsaan – Majelis Ulama Indonesia (DSN-MUI) n domestik Fatwa DSN No. 03/DSN-MUI/IV/2000 pada tanggal 1 April 2000. Adapun detail ketentuan publik deposito syariah secara mudharabah yang terjadwal dalam fatwa tersebut ialah sebagai berikut:

  1. Dalam transaksi ini nasabah main-main sebagai
    shahibul maal
    alias pemilik dana, dan bank bertindak sebagai
    mudharib
    alias pengelola dana.
  2. Dalam kapasitasnya ibarat
    mudharib, bank dapat berbuat bermacam ragam macam usaha yang tidak berlawanan dengan prinsip syariah dan mengembangkannya, termasuk di dalamnya
    mudharabah
    dengan pihak lain.
  3. Modal harus dinyatakan dengan jumlahnya, privat rancangan tunai dan tidak piutang.
  4. Pembagian keuntungan harus dinyatakan n domestik lembaga
    rasio
    dan dituangkan dalam akad pembukaan rekening.
  5. Bank laksana
    mudharib
    menyelimuti biaya operasional deposito dengan menggunakan
    nisbah
    keuntungan yang menjadi haknya.
  6. Bank tidak diperkenankan bakal mengurangi
    nisbah
    keuntungan nasabah minus persepakatan yang bersangkutan.

Artinya menurut syariat Islam, deposito syariah diperbolehkan selama tidak antagonistis dengan rasam hukum internal Selam atau deposito yang dilaksanakan beralaskan pendirian syariah. Dengan adanya fatwa mulai sejak Dewan Syariah Kebangsaan – Majelis Ulama Indonesia (DSN-MUI) tersebut, maka geta deposito menjadi kian jelas, dimana deposito yang dibenarkan yaitu deposito nan berdasarkan prinsip mudharabah.

• Nisbah (Untuk Hasil) pada Deposito Syariah

Pembagian bagi hasil dengan secara Islami bagi memberi keuntungan usaha dengan rata dan sesuai disebut juga dengan nisbah. Secara etimologis, perbandingan menurut bahasa signifikan skala atau rasio. Pembagian keuntungan perbankan syariah kepada nasabah berdasarkan nisbah yang disepakati setiap bulannya. Bagi hasil yang akan diperoleh tergantung pada besaran dan paser masa simpanan serta pendapatan bank pada musim tersebut. Besarnya bagi hasil juga dihitung beralaskan pendapatan keuntungan bank (revenue) sehingga nasabah pasti memperoleh bagi hasil dan tidak modal pokok simpanannya. Neraca merupakan riuk satu komponen yang dipakai dalam perjanjian kerjasama antara nasabah dan bank pengelola deposito syariah.

Baca :   Prestisa Toko Bunga Kota Bks Jawa Barat

Perbedaan Deposito Syariah dan Formal

Sreg dasarnya, deposito syariah tidak jauh berbeda dengan deposito absah. Seperti halnya deposito biasa, simpanan dana lega deposito syariah tersebut tidak boleh ditarik sewaktu-waktu, seperti tabungan normal karena terserah tenor pencairan maupun jatuh tempo.

Walaupun demikian, investasi deposito syariah vs baku punya segel per yang dapat menjadi poin pertimbangan utama kerjakan para nasabah dalam menentukan seleksian. Berikut merupakan beberapa keadaan yang menjadi perbedaan antara deposito syariah dan konvensional.

1. Sistem Keuangan yang Digunakan

Prinsip adat syariat syariah yang dijalankan secara islami adalah landasan syariat yang digunakan oleh pihak perbankan dalam menjalankan investasi berbentuk deposito syariah. Akad yang yang digunakan dalam deposito syariah sesuai dengan fatwa nan ditetapkan makanya Dewan Supervisor Syariah – Majelis Ulama Indonesia (DSN-MUI). Kesesuaian akad tersebut ialah poin penting yang dapat menjadi pertimbangan privat menentukan organ investasi yang sesuai dengan syariah.

Sreg deposito konvensional, sistem perbankan nan diterapkan adalah sistem perbankan lumrah dengan bineka statuta dan syarat serta takdir yang telah disusun sedemikian rupa maka dari itu pihak bank sesuai dengan peraturan dan undang-undang yang berlaku. Dengan penerapan aturan dan takdir tersebut, tentunya akan ada perbedaan tersapu tata cara dan perhitungan yang berbeda antara deposito legal dan deposito syariah.

2. Bentuk Imbalan Hasil dan Resiko

Andai kerangka sagu hati untuk nasabah investasi deposito berdasarkan syariat ramalan agama Islam ini, keuntungan nasabah atas hasil kerjasama deposito syariah akan diberikan dalam bentuk bikin hasil. Skor keuntungan yang berperilaku fluktuatif akan mempengaruhi tingkat pendapatan buat hasil yang didasarkan atas kinerja kapitalisasi oleh pihak bank.

Berbeda dengan deposito syariah, royalti pada deposito konvensional menggunakan sistem rente tunak bikin para nasabahnya. Persentase nilai sagu hati akan ditetapkan pada saat awal perjanjian kerjasama, dan akan diperoleh seterusnya dengan angka nan sama sampai dengan selesainya had penghabisan waktu kerjasama nan disepakati. Dengan begitu, apapun penanaman modal yang dilakukan oleh pihak bank atas sejumlah dana deposito milik nasabah, peristiwa tersebut tidak akan mempengaruhi jumlah pendapatan yang akan diperoleh nasabah atas investasi yang dilakukan dalam deposito konvensional.

3. Sistem Pengelolaan Dana

N domestik penanaman modal aset keuangan berbentuk deposito, tandon para nasabah akan dikelola oleh pihak bank bikin berinvestasi dan memperoleh hasil keuntungan bersumber kegiatan kapitalisasi tersebut. Adapun perbedaan lega pengelolaan dana investasi sreg perbankan nan menggapil kapitalisasi deposito berdasarkan syariat wangsit agama Islam ini, dana tersebut akan diinvestasikan plong berbagai rupa firma ataupun instrumen investasi yang menjalankan pendirian Selam n domestik aktivitas usahanya dan mengikuti predestinasi syariah, serta tidak mengerjakan kegiatan yang dilarang dalam kebiasaan perniagaan syariah seperti gharar, maisir, dan riba.

Perbankan yang menggapil dana dari produk investasi deposito berlandaskan syariat ajaran agama Islam ini menerimakan acaram halal atas berbagai kegiatan kapitalisasi nan dilakukan menunggangi dana nasabah. Sedangkan pada deposito konvensional, kejadian demikian lain lah berlaku, pihak bank yang mencampuri dana deposito boleh dengan bebas memilih jenis investasi komersial apapun nan sesuai dengan peraturan pemerintah serta dapat memberikan keuntungan atas kegiatan investasi dana tersebut.

4. Biaya Pinalti

Beban biaya penalti akan dikenakan kepada nasabah jika nasabah tersebut menarik dana depositonya sebelum runtuh tempo. Doang, biaya penalti ini tidak dolan di komoditas investasi deposito berdasarkan hukum ajaran agama Islam ini. Karena kerjakan nasabah deposito syariah nan hendak melakukan penarikan dana lebih awal atau sebelum periode jatuh tempo berakhir, namun akan dikenakan sejumlah biaya administrasi yang nilainya akan disepakati di awal masa perjanjian kerjasama.

Berbeda dengan deposito konvensional yang biasanya menerapkan beberapa persentase biaya penalti kepada nasabahnya detik melakukan penarikan dana lebih sediakala atau sebelum masa jebluk tempo berakhir. Nilai penaltinya bermacam-macam, menginjak dari 0,5% hingga 2% tersangkut peraturan nan diberikan oleh pihak perbankan laksana pengelola investasi. Penarikan dana bertambah awal dapat juga dibarengi dengan pengurangan total rente hasil investasi atau bahkan penghapusan keseluruhan rente. Penalti dan pengurangan jumlah anakan tentunya dapat merugikan bakal nasabah tersebut.

5. Prediksi Anak uang Keuntungan

Privat syariat Selam sistem rente deposito bank syariah hari ini tidaklah diperkenankan karena peristiwa itu yakni riba dan tidak sesuai dengan aturan syariah. Kerumahtanggaan produk pendanaan deposito berdasarkan syariat ajaran agama Islam ini tidak ada perhitungan bunga keuntungan. Sistem nan diterapkan pada deposito syariah ialah sistem bagi hasil dengan pencatuan yang telah disepakati bersama antara nasabah dan pihak bank di awal perjanjian kerjasama. Sebagai arketipe, jika kesepakatan antara nasabah dan bank adalah 70% dan 30% dari hasil keuntungan investasi, maka persentase tersebut akan digunakan umpama dasar pembagian keuntungan yang nilainya akan berubah-ubah sesuai dengan hasil keuntungan pendanaan.

Baca :   Harga Buah Di Pasar Induk Tanah Tinggi 2022

Sementara itu sreg deposito biasa, biji besaran bunga yang sudah ditetapkan pada sediakala perjanjian kerjasama akan menjadi radiks rekapitulasi bunga keuntungan maka dari itu bank pengelola pendanaan kepada nasabah deposito konvensional. Dengan penentuan skor rente keuntungan sejak awal perjanjian kerjasama dan nilai rente tersebut bersifat tegar tidak tergerak maka itu kinerja pasar pendanaan nan dikelola maka dari itu bank.

Jangan cuma berinvestasi, miliki juga asuransi syariah terbaik bakal lindungi kondisi keuanganmu tanpa terbiasa takut adanya pangku!

Cara Perincian Deposito Syariah

Cara Perhitungan untuk Menghitung Investasi Deposito Syariah
Sumber foto: Cornelius Krishna Tedjo via Shutterstock

Setelah kamu mengetahui pengertian dan neraca antara deposito syariah dan deposito konvensional, kamu pun terlazim adv pernah tentang tata cara perhitungan deposito syariah terbaik. Berikut terserah cara anggaran deposito syariah dengan pendirian nisbah alias bagi hasil. Ancangan ini bisa dijadikan acuan tidak hanya untuk simulasi deposito BNI Syariah namun, tapi pula bank lainnya secara mahajana, seperti BSI, Muamalat, BCA Syariah, Mandiri Syariah, maupun bank-bank lainnya di Indonesia tentang besaran berapa persennya lagi.

Secara sederhana, rumus ini dapat digunakan sebagai mesin hitung deposito syariah bakal perhitungan proporsi. Perhitungannya merupakan sebagai berikut:

(nominal deposito : nominal seluruh deposito) x persentase bagi hasil x keuntungan bank sreg bulan tersebut

Misal, takdirnya diketahui:

  1. Nominal deposito Ibu Lala adalah Rp10.000.000 dan jangka waktu 1 bulan
  2. Besaran seluruh deposito di bank itu yang punya paser waktu 1 bulan adalah Rp5 miliar
  3. Keuntungan bagi hasil seluruh deposito nan punya jangka waktu 1 rembulan Rp50 miliun
  4. Nisbah bagi hasil dengan jangka waktu 1 bulan adalah 55 % bagi nasabah dan 45% buat bank

Maka, nilai bagi hasil bagi Ibu Lala ialah:

(Rp10 juta: Rp5 milyar) x 55% x Rp50 juta = Rp55.000

Dari hasil kalkulasi deposito syariah dengan simulasi di atas, plong bulan berikutnya sira akan mendapatkan perimbangan kerjakan hasil semenjak bank syariah pengelola penanaman modal sebesar Rp55.000.

Tahukah kamu kalau asuransi dan pendanaan sekelas pentingnya demi
financial planning
nan baik dan tepat? Temukan berjenis-jenis seleksian asuransi syariah terbaik andai bagian berasal perencanaan keuanganmu demi tahun depan yang cerah di sini!

Manfaat Deposito Syariah

Manfaat Investasi Deposito Syariah
Sumber foto: Hemin Xylan via Shutterstock

Selain perbandingan atau pencatuan hasil deposito syariah dengan anggaran yang jelas dan transparan, terdapat berbagai manfaat lain dari barang pemodalan deposito beralaskan hukum ajaran agama Islam ini nan bisa menjadi pedoman n domestik menentukan pilihan berinvestasi dengan kesepakatan dan halal. Simak sejumlah manfaat deposito syariah berikut ini.

1. Dana Aman karena Telah Dijamin Oleh Kerangka Pengidap Simpanan (LPS)

Dana yang akan disetorkan kepada bank bagi komoditas investasi deposito bersendikan syariat ajaran agama Islam ini akan dijamin keamanannya makanya Lembaga Penderita Tandon (LPS) yang adalah sebuah kerangka independen nan memiliki intensi bagi meningkatkan kepercayaan nasabah maupun mahajana terhadap bank. Adapun nilai saldo yang dijamin kerjakan setiap nasabah lega satu bank adalah minimum banyak sebesar Rp2 miliar

2. Keuntungan Bisa Disesuaikan dengan Keinginan

Dengan bawah perjanjian mudharabah dan akad nisbah di sediakala perjanjian deposito syariah, besaran nilai pembagian keuntungan boleh disesuaikan sesuai dengan kemauan nasabah. Penentuan besaran nilai keuntungan ini akan dibahas bersama antara pihak bank dan nasabah dalam forum musyawarah mufakat oleh kedua pihak. Diharapkan dengan hasil dari musyawarah tersebut dapat memberikan keuntungan yang sesuai dengan keinginan kedua belah pihak.

3. Prosesnya Halal dan Sesuai Syariat Islam

Begitu juga telah dijelaskan di atas, salah satu syarat yang diwajibkan dalam deposito syariah ini yakni perjanjian akad yang jelas dan penggunaan dana investasinya harus digunakan lakukan rataan kampanye yang sesuai dengan resan Islam. Silsilah proses kerjasama sreg deposito syariah boleh dipastikan jamak dan sesuai dengan syariat Islam.

4. Dapat Dijadikan Persekot Pembiayaan

Lain cuma mal properti dan arsip berharga yang bisa digunakan seumpama tempah pembiayaan, produk investasi deposito berdasarkan syariat ajaran agama Islam ini dapat juga digunakan sebagai jaminan pembiayaan nan nilainya dapat disetarakan dengan mal agunan pembiayaan lainnya. Untuk memahami seterusnya terkait penjaminan deposito syariah, kamu dapat menanyakan kepada pihak bank terkait yang memiliki kebijakan berbeda-beda menyangsang peruntukan acaram uang muka pembiayaan.

5. Dapat Menjadi Alternatif Penyimpanan Dana Darurat

Bagaikan salah suatu teoretis investasi aset finansial nan dikelola bersama-sama oleh pihak bank syariah, deposito syariah dapat menjadi alternatif penyimpanan dana temporer oleh nasabah. Pada prakteknya, penarikan dana hasil keuntungan enggak dapat dilakukan setiap detik seperti dana tabungan pada kebanyakan. Penarikan dana akan ditentukan dalam juluran waktu tertentu, seperti; 3 bulan, 6 bulan, dan setiap penarikan dana akan dikenai biaya administrasi sesuai dengan lega dada perjanjian di awal kerjasama.

Baca :   Struktur Morfologi Bunga Kembang Sepatu

Berbarengan berinvestasi, jangan tengung-tenging juga lindungi keuanganmu dengan memiliki asuransi syariah terbaik sekarang juga!

Daftar Bank yang Menawarkan Program Deposito Syariah

Dengan jumlah populasi pemeluk agama Islam terbesar di bumi, Indonesia merupakan negara dengan yang turut aktif menggerakkan kegiatan ekonomi yang berbasis syariah. Saat ini sudah lalu banyak bank syariah yang ada di Indonesia menawarkan komoditas-produk finansial seperti mana tabungan syariah, tabungan umroh & haji, KPR syariah dan sekali lagi termasuk deposito syariah.

Setelah kamu mengetahui berbagai proklamasi seputar produk investasi deposito berdasarkan syariat ajaran agama Islam ini, mari cari tahu seterusnya tentang bank syariah di Indonesia yang menawarkan komoditas perbankan dan penanaman modal syariah terbaik. Simak ringkasannya di bawah ini.

1. Bank Syariah Mandiri Deposito

Bank Syariah Mandiri adalah salah satu lembaga perbankan syariah di Indonesia yang berdiri sejak waktu 1955 dengan tanda Bank Industri Nasional nan kemudian berubah menjadi Bank Syariah Mandiri (BSM). Dengan menunggangi komoditas deposito syariah BSM berbunga Bank Mandiri, kamu bisa mendapatkan layanan dengan keamanan terbaik dan sistem cak bagi hasil yang kompetitif. Bagi boleh memulai layanan investasi syariah berbunga BSM ini, nasabah memadai mengupah setoran awal minimal Rp2 juta dalam jangka waktu 1 hingga 12 bulan.

2. Deposito iB Berjangka – CIMB Dagang

CIMB Niaga Syariah merupakan Unit Usaha Khusus milik bank CIMB Jual beli yang didirikan untuk menyerahkan respon terhadap perkembangan ekonomi syariah di Indonesia. Deposito secara syariah nan dikelola bank CIMB Niaga memberikan kemudahan juluran waktu seyogiannya nasabah boleh memulai deposit selama 1 bulan hingga 12 wulan dengan jumlah uang minimal senilai Rp8 juta. Jumlah nisbah yang didapat maka dari itu nasabah adalah sebesar 59%.

Mengenai persyaratan untuk menelanjangi deposito ini adalah hidup minimal nasabah adalah 18 tahun dan memiliki pencahanan bak karyawan tetap, wiraswasta, atau pekerja profesional. Bukan saja keuntungan, layanan ini dapat diakses secara
online
dengan permintaan perbankan peruntungan CIMB Bisnis Go Mobile nan meng-cover
penanaman modal deposito syariah, rekening ponsel, dan lainnya yang memberikan kemudahan untuk nasabah.

3. BNI Syariah Deposito Ib Hasanah

Bank BNI Syariah tadinya yakni Unit Usaha Syariah Bank Negara Indonesia, dan sejak tahun 2010 Unit Usaha BNI Syariah berubah menjadi bank masyarakat syariah dengan label PT Bank BNI Syariah. Produk dari BNI akan menerimakan perimbangan bakal hasil kompetitif dengan persentase 50:50 uang dalam jangka masa 12 rembulan.

Momen ini bank BNI Syariah sudah merger bersama dengan beberapa anak perusahaan BUMN bidang perbankan syariah menjadi Bank Syariah Indonesia (BSI). Bank syariah yang merger menjadi BSI diantaranya Bank Rakyat Indonesia Syariah, Bank Syariah Mandiri dan BNI Syariah.

4. BCA Syariah Deposito iB

BCA Syariah awalnya bernama Bank Penting Internasional yang kemudian diakuisisi makanya Bank Central Asia pada hari 2009. Dalam deposito BCA syariah, nasabah boleh memilih jangka waktu yang dibutuhkan bagi berinvestasi, mulai berpunca 1 sebatas 12 wulan. Cak bagi mengasihkan fasilitas bagi nasabahnya nan gemar berzakat setiap bulannya, BCA Syariah meluangkan program layanan pemotongan zakat. Minimal setoran pertama bersumber deposito ini sebesar Rp8 juta.

5. Danamon Deposito Syariah

Bank Danamon memberikan layanan syariah dengan pengelolaan dana nan transparan dan sesuai dengan prinsip syariah. Sistem pendanaan syariah bank Danamon dimulai dengan kredit paling kecil setor senilai Rp8 juta untuk khalayak, dan senilai Rp100 juta untuk badan hukum. Dengan menggunakan sistem bagi hasil, deposito bank Danamon menawarkan persentase nisbah yang tidak memberatkan lakukan nasabah ataupun bank.

Itulah berbagai manfaat dan penjelasan lengkap mengenai deposito syariah. Bagi lebih mudah dalam menentukan seleksian investasi syariah yang tepat, sesuaikan dengan objek penghasilan deposito dengan ponten dana nan akan disimpan dalam bentuk deposito. Saat ini kamu dapat memulai berinvestasi buat meraih keuntungan dan berjalan sesuai dengan syariah Islami. Selain investasi dalam tulangtulangan deposito, engkau bisa mendapatkan perlindungan finansial dalam bentuk lainnya. Contohnya adalah asuransi.
Padalah, kamu bisa membeli komoditas asuransi terbaik sesuai yang ia butuhkan hanya dengan mengunduh Qoala.app. Temukan lagi bervariasi kata sandang meruntun lainnya mengenai keuangan di Qoala Blog!

Cara Menghitung Bunga Deposito Bni Syariah

Source: https://www.qoala.app/id/blog/keuangan/investasi/deposito-syariah/

Check Also

Cara Cangkok Bunga Mawar

Cara Cangkok Bunga Mawar 3 menit Ingin menanam anakan mawar dengan mudah? Gunakan saja teknik …