Cara Membentengi Diri Dari Penyakit Ain

Dalam Agama Selam, penyakit tak hanya dilihat dari segi medis. Terdapat juga ki kesulitan yang berasal berpokok hati seseorang, disebut dengan
kebobrokan mata. Ki kesulitan ini disebabkan oleh rukyat alat penglihatan nan diiringi perasaan iri dan dengki kepada turunan lain.

Ki aib ini menimpa dengan rasa kecemburuan nan ki akbar kepada orang lain. Penglihatan netra dengan perasaan yang buruk ini dapat berdampak subversif bagi kesehatan.

Problem ain sudah dikenal sejak zaman Rasul Muhammad SAW. N domestik sebuah perkataan nabi, Rasulullah bersuara,

“Indra penglihatan itu moralistis-bersusila ada. Andaikan suka-suka sesuatu yang bisa mendahului predestinasi, alangkah ‘ain itu dapat.” (HR. Muslim No.2188).

Ingin mengetahui lebih banyak tentang penyakit mata, penyebab, dan prinsip mengatasinya? Simak penjelasan berikut ini.

1. Penyebab penyakit ain

Penyakit Ain: Penyebab, Cara Mengatasi, dan Menghindarinya
ilustrasi cewek dengan tetapan iri (Pexels.com/Polina Zimmerman)

Dilansir
NU Online, ki aib mata disebabkan oleh dua hal, yakni pandangan dari insan yang memiliki tabiat buruk dalam hatinya diiringi rasa dengki, hasud, serta ingin mencelakai anak adam yang dipandangnya. Kedua, pandangan kekaguman seseorang nan tak merasa timburu, tetapi kekaguman itu lain disertai dengan zikir kepada Allah SWT.

Ki kesulitan mata ini boleh memberikan efek yang beraneka macam, menginjak dari membuat manusia sakit, celaka, hingga kematian. Komplikasi ini dapat menjadi berbahaya karena beberapa orang n kepunyaan perasaan buruk dalam pandangan matanya.

2. Cara memecahkan penyakit ain

Penyakit Ain: Penyebab, Cara Mengatasi, dan Menghindarinya
ilustrasi perawan yang sedang sembahyang (pexels.com/Anna Tarazevich)

Jika beliau sedang terkena alat penglihatan, maka yang pertama kelihatannya harus kamu cak bagi ialah bersabar dan tawakal. Selain itu, jangan pangling untuk menaikkan doa agar terhindar pecah kebobrokan mata. Beliau pun harus meyakini bahwa segala penyakit itu datang atas izin Allah SWT. Tuhan Ta’ala merenjeng lidah:

مَا أَصَابَ مِنْ مُصِيبَةٍ إِلَّا بِإِذْنِ اللَّـهِ ۗ وَمَنْ يُؤْمِنْ بِاللَّـهِ يَهْدِ قَلْبَهُ ۚ وَاللَّـهُ بِكُلِّ شَيْءٍ عَلِيمٌ

“Tidak ada suatu musibah pun yang menghampiri seseorang kecuali dengan izin Yang mahakuasa; dan barangsiapa yang beriktikad kepada Halikuljabbar niscaya Dia akan memberi ilham kepada hatinya. Dan Sang pencipta Maha Mengetahui segala sesuatu” (QS. At Taghabun: 11).

Saat terkena ain, kamu harus bertawakal doang kepada Allah SWT. Barang apa komplikasi yang menimpa kita, hanya Sang pencipta yang bisa menyembuhkannya. Tuhan Ta’ala bercakap:

وَإِن يَمْسَسْكَ اللَّـهُ بِضُرٍّ فَلَا كَاشِفَ لَهُ إِلَّا هُوَ

“jikalau Allah menolakkan suatu mudharat kepadamu, maka lain ada yang boleh menghilangkannya kecuali Allah sendiri” (QS. Al An’am: 17).

Jika sira terus bersabar, sembahyang, dan bertawakal, maka Tuhan SWT akan menyembuhkan penyakitmu. Tuhan Ta’ala berfirman:

وَمَنْ يَتَوَكَّلْ عَلَى اللَّهِ فَهُوَ حَسْبُهُ

“Barangsiapa yang bertawakal kepada Tuhan karuan Allah akan penuhi kebutuhannya” (QS. Ath Thalaq: 3).


Baca Juga: 4 Adab Pupus dalam Islam, Muslim Wajib Tahu

3. Prinsip menghindari ki aib ain

Penyakit Ain: Penyebab, Cara Mengatasi, dan Menghindarinya
ilustrasi mendaras (pexels.com/@cottonbro)

Baca :   Suku Bunga Deposito Bni Saat Ini

Penyakit ain boleh mengkritik kelihatannya saja, termasuk anak-momongan. Buat menghindarinya, kamu perlu bertawakal dan membaca doa seperti yang dicontohkan maka itu Rasulullah SAW berikut:

“U’iidzuka bikalimaatillaahit-taammah, min kulli syaithoonin wa haammah, wa min kulli ‘ainin laammah”

Artinya: “Aku memohon perlindunganmu dengan kalimat-kalimat Allah yang konseptual, dari segala gangguan setan, binatang penggangu, dan bermula rukyah mata nan buruk”

Bagi memencilkan netra, sebisa kelihatannya hindari menyebutkan kekayaan, kejayaan usaha, kebahagiaan keluarga, dan memamerkan foto diri, foto anak bini ataupun hal-keadaan lain yang bisa menimbulkan iri serta dengki dari mereka yang melihatnya.

Selain itu, dia juga yang bisa berupaya lakukan memencilkan serta sesuatu yang dapat menyebabkan kegenturan jebah terbit orang nan melihatnya. Sebuah pandangan kagum sekali lagi boleh menyebabkan netra.

4. Ain boleh mendahului takdir dan kematian

Penyakit Ain: Penyebab, Cara Mengatasi, dan Menghindarinya
Ilustrasi meninggal (IDN Times/Umur Shakti)

Ain merupakan penyakit hati yang benar adanya. Penyakit ini dapat mengarak takdir hingga kematian. Utusan tuhan Shallallahu’alaihi Wasallam berujar:

 “Ain itu mendalam ada! Andaikan suka-suka sesuatu yang bisa mendahului takdir, alangkah ‘ain itu yang bisa” (HR. Muslim no. 2188).

Selain ganjaran Allah SWT, penyakit ain kembali dapat berakibat fatal. Kita harus selalu berdoa dan bertawakal agar terhindar mulai sejak penyakit ini. Terbit Berkelepai bin Abdillah radhiallahu’anhu, Nabi SAW berucap:

 “Sebab minimal banyak yang menyebabkan kematian pada umatku setelah garis hidup Allah adalah alat penglihatan” (HR. Al Bazzar internal Kasyful Astar [3/ 404], dihasankan oleh Al Albani dalam Shahih Al Jami’ no.1206).

Itu kamu pengertian masalah ain, penyebab, dan cara mengatasinya. Jangan lalai untuk selalu berdoa dan bertawakal kepada Allah SWT cak agar terhindar bersumber penyakit ini.


Baca Juga: Doa Bani adam Terzalimi, Zikir yang Tidak Tertolak

Cara Membentengi Diri Dari Penyakit Ain

Source: https://www.idntimes.com/life/education/zihan-berliana-ram-ghani/penyakit-ain#:~:text=Untuk%20menghindari%20ain%2C%20sebisa%20mungkin,dengki%20dari%20mereka%20yang%20melihatnya.

Baca :   Bukit Berbunga Uci Slamet

Check Also

Cara Menghilangkan Bau Sepatu Dengan Bedak Bayi

Cara Menghilangkan Bau Sepatu Dengan Bedak Bayi Sepatu yang comar dipakai, memang terkadang menyebabkan bau …