Galatia 5


pasal 4
Galatia 5
pasal 6

Papyrus 51, 4th century

Racikan salinan tindasan Galatia 1:2-10 lega Papirus 51, yang dibuat sekitar tahun 400 M.

Kitab: Surat Galatia
Ronde Injil: Akad Baru
Kitab ke- 9
Kategori: Kopi-tindasan Paulus

Galatia 5
(disingkat
Gal 5) yaitu ronde dari Dokumen Paulus kepada Jemaat di Galatia dalam Akad Baru di Alkitab Kristen.[1]
[2]
Digubah oleh rasul Paulus.[3]

Daftar isi

  • 1
    Wacana
  • 2
    Struktur
  • 3
    Ayat 22-23
  • 4
    Biji zakar Rohulkudus

    • 4.1
      Kasih
    • 4.2
      Sukacita
    • 4.3
      Akur sejahtera
    • 4.4
      Kesabaran
    • 4.5
      Kemurahan
    • 4.6
      Kegunaan
    • 4.7
      Ketaatan
    • 4.8
      Kelemahlembutan
    • 4.9
      Penguasaan diri
  • 5
    Tatap pula
  • 6
    Referensi
  • 7
    Tautan luar

Teks

  • Surat aslinya diyakini ditulis privat bahasa Yunani.
  • Salah satu naskah lawas tertua yang berisi salinan pasal ini yaitu Papirus 46 (diperkirakan dibuat sekitar hari 200 M).
  • Pasal ini dibagi atas 26 ayat.
  • Mengandung indoktrinasi adapun keistimewaan kedaulatan Kristen dan perbedaan hidup menurut daging atau Rohulkudus.

Struktur

Pendistribusian isi pasal:

  • Galatia 5:1-15
    = Kemandirian Masehi
  • Galatia 5:16-26
    = Hidup menurut daging atau Roh

Ayat 22-23

Terjemahan Baru: Sekadar buah Roh ialah: kasih, sukacita, berdamai sejahtera, ketabahan, kemurahan, kegunaan, loyalitas, kelemahlembutan, penguasaan diri. Tak n kepunyaan hukum nan menjurus hal-hal itu.[4]
bahasa Yunani: ο δε καρπος του πνευματος εστιν αγαπη χαρα ειρηνη μακροθυμια χρηστοτης αγαθωσυνη πιστις πραοτης εγκρατεια κατα των τοιουτων ουκ εστιν νομος.
transliterasi Yunani: o de karpos tou pneumatos estin agapē chara eirēnē makrothumia chrēstotēs agathōsunē pistis praotēs enkrateia kata tōn toioutōn ouk estin nomos.
bahasa Latin: fructus autem Spiritus est caritas gaudium pax longanimitas bonitas benignitas fides modestia continentia adversus huiusmodi non est lex.

Buah Jibril

Buah Rohulkudus
(bahasa Yunani:
καρπος, karpos, “biji zakar”; bahasa Yunani:
πνευματος, pneumatos, “roh”) adalah istilah Injil yang merangkum 9 sifat nyata dari hidup Kristen yang sejati menurut utusan tuhan Paulus. Meskipun tertulis n kepunyaan 9 rasam (maupun “atribut”), tetapi istilah aslinya dalam bahasa Yunani kerjakan “biji kemaluan” yaitu prolog individual, menegaskan bahwa hanya memiliki satu jenis “Buah”, dengan 9 sifat. Di semua Alkitab, manusia saleh diibaratkan seperti mana pohon,[5]
[6]
dan di pasal ini Paulus menjelaskan buah jenis barang apa yang dihasilkan oleh “pohon yang baik” ialah orang saleh atau khalayak mempunyai. Biji pelir ini hendak dihasilkan oleh mereka nan sungguh-betapa bertobat, yang dibuat menjadi pengikut kudus Yesus Kristus.[7]
Sebaliknya, bila seseorang tidak menghasilkan buah ini, anda bukanlah sendiri Kristen sejati.

Baca :   Pakaian Yang Cocok Untuk Sepatu Vans

Pengutaraan sifat-sifat biji kemaluan Nasib ini didahului dengan peringatan untuk tidak melaksanakan “perbuatan daging” yang disertai dengan sebanyak sifat-adat nan buruk, bertentangan dengan buah Arwah.[8]
Sifat-rasam sepan pecah buah Roh disampaikan dalam wujud “pleonasme” yang menurut berbakat retorik George Kennedy ialah “Penyimpulan runtunan kata yang mengalir ke luar bermula hatinya (Paulus)”[9]
Ini yaitu ciri khas garitan Paulus.[10]

Hidayah

(bahasa Yunani:
agape, bahasa Latin:

caritas
, bahasa Inggris:

love
,
charity)

Kasih

agape
” menunjukkan hasrat hati yang murah lever dan tidak dapat dikuasai yang demap memimpikan kegunaan sosok bukan, minus peduli apa yang diterapkan cucu adam itu. Yaitu pemberian yang memberi yang diberikan sekadar-sekadar tanpa mengharapkan balasan dan enggak mempertimbangkan nilai pemberiannya.
Agape
bertambah adalah suatu pilihan bersumber pada
philos,
yang merupakan kasih yang kebetulan; dan menunjukkan hasrat daripada emosi.
Agape
menggambarkan karunia Allah yang tanpa harapan kepada marcapada ini. Alas kata ini terutama dipakai oleh Paulus dalam suratnya nan permulaan kepada jemaat di Korintus pasal 13 menayangkan pengorbanan, seperti yang diterapkan oleh Yesus Kristus dengan kematiannya di kayu salib cak bagi menebus dosa orang, nan lain menyombongkan diri:

Kasih itu sabar; karunia itu murah lever; dia tidak sentimen. Dia lain memegahkan diri dan bukan snobis. Beliau bukan melaksanakan yang enggak sopan dan tidak mencari keuntungan saya. Beliau tidak pemarah dan tidak menyimpan kekeliruan bani adam tidak. Dia tak bersukacita karena ketidakadilan, tetapi karena kebenaran. Beliau menghampari segala sesuatu, percaya barang apa sesuatu, menginginkan segala sesuatu, kepala dingin menyanggupi segala sesuatu. Hidayah tidak berakhir.
[11]

Pengenalan “agape”, diterjemahkan dalam Terjemahan Baru sebagai “pemberian hendak semua hamba allah”, dipergunakan oleh rasul Petrus kerumahtanggaan suratnya yang kedua:

“Apalagi karena itu kamu harus dengan sungguh-bukan main berusaha buat menambahkan kepada imanmu darmabakti, dan kepada darmabakti guna-guna, dan kepada ilmu
penguasaan diri, kepada
penguasaan diri
keseriusan, dan kepada ketekunan kesalehan, dan kepada kesalehan kasih hendak saudara-plasenta, dan kepada kasih hendak ari-ari-ari-ari
rahmat hendak semua orang.[12]

Sukacita

(bahasa Yunani:
chara, bahasa Latin:

gaudium
, bahasa Inggris:

joy
)

Pembukaan Yunani bakal “sukacita” yaitu
chara,
yang berasal berpokok pembukaan
charis,
ialah kata Yunani untuk “rahmat” (lang-en|grace}}). Dalam gancu ini, “sukacita” (chara) dihasilkan makanya “rahmat” (charis) Sang pencipta. Jadi ‘sukacita’ ini bukan kebahagiaan manusia yang sesaat sahaja, melainkan ‘sukacita tahir’ nan berasal dari Khalik tulus. Adalah ekspresi bermula Roh yang mengembang sangat bagus plong waktu kesulitan. Misalanya, n domestik
1 Tesalonika 1:6, jemaat Tesalonika mengalami tekanan sukar dampak penganiayaan; tetapi di tengah kesulitan itu, mereka terus mengalami sukacita besar.

Kata
chara
memberi makna sukacita yang luar resmi karena Roh kudus berbuat pekerjaan di dalam orang itu. Paulus sampai-sampai menyebutnya “sukacita Jibril”.[13]
Di dalam Kitab Nehemia 8:11 termasuk:

Sukacita karena TUHAN itulah perlindunganmu!
[14]
Baca :   Cara Menanam Bunga Mawar Warna Warni

Damai sejahtera

(bahasa Yunani:
eirene, bahasa Latin:

pax
, bahasa Inggris:

peace
)

“Berdamai sejahtera” ini adalah hasil penyandaran pada hubungan dengan Almalik.[15]
Damai ini yakni kondisi istirahat nan sepi, dihasilkan berpokok berburu Allah, dan berlawanan dengan kondisi “kacau balau” (chaos). Pengenalan aslinya dalam bahasa Yunani “eirene” merupakan terjemahan dari kata bahasa Yahudi “syalom” (shalom) yang yakni ekspresi dari
kepenuhan, kesempurnaan ataupun ketenangan usia nan tak dipengaruhi oleh kondisi maupun tekanan berpunca luar.
Prolog
eirene
menegaskan sentral keteraturan nan berlawanan dengan kekacaubalauan.

Kesabaran

(bahasa Yunani:
makrothumia, bahasa Latin:

longanimitas
, bahasa Inggris:

patience
,
forbearance)

Kesabaran internal bahasa Yunani aslinya “
makrothumia
” terdiri berpokok dua alas kata:
makros, “panjang,” dan
thumos
“temperamen”, yang memberikan makna “kelunakan”, “ingin menanggung”, “panjang panjang usus”, “tabah”, “tahan menderita”. Pula termasuk privat kata
makrothumia
ini sentral buat menanggung azab dan perlakuan buruk. Menggambarkan basyar yang mempunyai kemampuan untuk membalas permusuhan, tetapi sebaliknya mengidas untuk membancang diri.

Kemurahan

(bahasa Yunani:
chrestotes, bahasa Latin:

benignitas
, bahasa Inggris:

kindness
,
benignity)

Kemurahan
bukan hanya berjalan manis. Insan dapat berbuat murah hati tetapi lain berperilaku manis. Akhlak manis bertambah berguna “dapat diterima”, sedangkan kemurahan merupakan gerakan yang mempunyai gunanya untuk insan enggak tanpa peduli gerakan sebelumnya. Kata

christotes

merupakan perbuatan patut yang nyata, kelembutan kerumahtanggaan berjalan terhadap nan lain, bersikap penuh rahmat.

Kegunaan

(bahasa Yunani:
agathosune, bahasa Latin:

bonitas
, bahasa Inggris:

goodness
)

  1. Kondisi alias kualitas bikin bersikap patut
  2. Kemuliaan perilaku; kebajikan
  3. Perasaan manis, murah hati, lancang tangan
  4. Ronde terbaik bermula semuanya; Intisari; Faedah;
  5. Fiil umum yang diketahui dalam kualitas atau perbuatan.

Ketaatan

(bahasa Yunani:
pistis, bahasa Latin:

fides
, bahasa Inggris:

faithfulness
)

Kesetiaan
ialah mendedikasikan diri kepada sesuatu atau seseorang, misalnya p versus hidup, atau suatu keadaan ataupun suatu kepercayaan/agama. Dibuat menjadi setia membutuhkan tekad pribadi cak bagi tidak menyimpang jauh berpokok komitmen ataupun janji. Enggak selalu mudah untuk dibuat menjadi setia. Iman Kristen membutuhkan keyakinan kepada Sang pencipta.

Kelemahlembutan

(bahasa Yunani:
prautes, bahasa Latin:

modestia
, bahasa Inggris:

gentleness
,
meekness,
modesty)

Privat bahasa Yunani,
prautes
dikenal sebagai “kelembahlembutan”.
New Spirit Filled Life Bible
mendefinisikan kelemahlembutan sebagai “disposisi yang bertemperamen stabil, mati, seimbang privat roh, tidak snobis, dan bisa menguasai emosi. Kata ini diterjemahkan sebagai ‘kelemahlembutan,’ enggak adalah indikasi kelemahan, melainkan kemampuan mengendalikan energi dan daya. Orang yang mempunyai kualitas ini mampu mengampuni kekeliruan, mengedit kekeliruan, dan mengamankan jiwanya sendiri dengan memadai.”

Penguasaan diri

(bahasa Yunani:
egkrateia, bahasa Latin:

continentia
, bahasa Inggris:

self-control
,
chastity)

Baca :   Resep Pure Buah Naga

Pembukaan Yunani “egkrateia” [engkrateia] bermakna “mempunyai kuasa atas” (kata dasar “krat-” sebagai halnya pada kata “demokrat”, nan berfaedah “pemerintahan”), atau “kepemilikan atas akhlak sendiri.”[16]
Pembukaan yang sepadan dipergunakan makanya rasul Petrus dalam suratnya yang kedua pasal 1:5-7:

“Justru karena itu engkau harus dengan bukan main-sungguh berusaha untuk menambahkan kepada imanmu darmabakti, dan kepada kebajikan hobatan, dan kepada ilmu
penguasaan diri, kepada
penguasaan diri
ketekunan, dan kepada ketekunan kesalehan, dan kepada kesalehan kasih hendak tembuni-saudara, dan kepada kasih hendak ari-ari-saudara kasih hendak semua orang.”

[17]

Lihat pula

  • Karunia Roh
  • Ronde Bibel tak yang berkaitan: Mazmur 92, Amsal 11, Matius 3

Teks

  1. ^
    Willi Marxsen.
    Introduction to the New Testament. Pengantar Akad Baru: pendekatan kristis terhadap masalah-masalahnya. Jakarta:Gunung Luhur. 2008. ISBN:9789794159219.
  2. ^
    John Drane.
    Introducing the New Testament. Memahami Akad Bau kencur: Pengantar historis-teologis. Jakarta:Gunung Mulia. 2005. ISBN:9794159050.
  3. ^

    Galatia 1:1
  4. ^

    Galatia 5:22-23
  5. ^

    Mazmur 92:12
  6. ^

    Amsal 11:30
  7. ^

    Matius 3:8
  8. ^

    Galatia 5:19-21
  9. ^
    George A. Kennedy, New Testament Interpretation Through Rhetorical Criticism, (University of North Carolina Press: 1984) jerambah 90
  10. ^
    Tatap:
    Roma 1:29-31;
    Roma 13:13;
    1 Korintus 6:9-10;
    2 Korintus 12:20;Galatia 5:19-23;
    Filipi 4:8
  11. ^

    1 Korintus 13:4-8
  12. ^

    2 Petrus 1:5-7
  13. ^
    Rick Renner,
    Sparkling Gems from the Greek
  14. ^

    Nehemia 8:10
  15. ^
    Morgan, Elisa.
    Naked Fruit: Getting Honest about the Fruit of the Spirit.
    Revell, 2004. ISBN 978-0-8007-1873-2
  16. ^
    Longman, Robert Jr. “Self-Control.” Web: 19 Oct 2010. Vitalitas Home
  17. ^

    2 Petrus 1:5-7

Tautan asing

  • (Indonesia)
    Teks Galatia 5 berusul Alkitab SABDA
  • (Indonesia)
    Audio Galatia 5
  • (Indonesia)
    Referensi silang Galatia 5
  • (Indonesia)
    Komentari bahasa Indonesia untuk Galatia 5
  • (Inggris)
    Komentari bahasa Inggris untuk Galatia 5

Surat Paulus kepada Jemaat di Galatia •
Επιστολή προς Γαλάτες
(Epistole pros Galates)

Injil

Galatia 1 • 2 • 3 • 4 •
5
• 6

Stempel tempat/Istilah

Antiokhia • Damsyik • Galatia • Kilikia • Siria • Yerusalem

Nama makhluk

Barnabas • Kefas • Paulus • Titus • Yesus Kristus

Sumber

Teks Yunani • Latin Vulgata • Versi Terjemahan Baru • Versi Wycliffe • Versi King James • Versi American Standard • Versi World English

Surat 2 Korintus (pasal 13) • Surat Efesus (pasal 1)


edunitas.com